Gemsoftial: HUT RI 72
Showing posts with label HUT RI 72. Show all posts
Showing posts with label HUT RI 72. Show all posts

Sunday, 17 March 2019

0

Agama adalah Pengubah Hati

Kita baru saja dikagetkan dengan Aksi Terror di 2 Masjid di Selandia Baru yang menyebabkan banyak Saudara Muslin meninggal Dunia. Jujur saya sangat mengutuk keras perbuatan tersebut karena jauh dari yang namanya Kemanusiaan.

Pelaku mengaku sebagai Ektrimis Kanan anti-Islam. Dan dari beberapa Portal berita menyatakan bahwa agamanya (Kepercayaan) itu Nasrani. Karena itu, banyak saudara saya yang langsung memboikot akses bahkan memboikot keluarga termasuk saya untuk bergaul dengan Umat Nasrani dan Khatolik. Namun, untungnya saya bisa menetralkan situasi salah paham tersebut dengan sebuah kata bijak yang tiba-tiba terlontar dari mulutk, "Agama diciptakan untuk membut seseorang jauh dari Keburukan, dengan itu kesimpulan saya. Orang tersebut tidak memiliki Kepercayaan kuat akan Agama, karena perbuatannya sudah melenceng dari penciptaan awal Agama".

Bahkan perbuatannya sudah mencerminkan bahwa dirinya itu Manusia tapi tidak punya rasa Kemanusiaan. "Religion make to be good person not bad person". Bila misalnya dia mengatasnamakan Agama dan Juga kepercayaannya, itu sudah melenceng Jauh karena yang saya tahu dari agama Nasrani itu "Menyebarkan kebaikan dan perdamaian" dan semua agama sama tujuannya seperti agama Nasrani. Menyebarkan Kebaikan dan Kedamaian kepada semua pemeluknya bahkan yang bukan pemeluknya.

Dikeadaan saat ini seharusnya kita bisa berfikir secara lebih dewasa dan berfikir dengan logika yang sudah tuhan berikan. Gunakan Akal Sehat untuk menanggapi semua ini bukan menggunakan Nafsu yang selalu berujung Petaka dan juga Musibah. Kejadian ini juga seharusnya bisa membuat kita semua bergandengan tangan antar umat beragama untuk melawan Aksi Terrorisme diseluruh dunia. Kita harus bersatu melawan paham "Rasis" dan juga paham "Radikalisme"

Terakhir dari saya "Stay Positife thinking and stay pray to good to be good person" Byee

Thursday, 17 August 2017

0

Sejarah Mencatat Sang Proklamator - Hut RI Ke-72

Selamat Untuk Rakyat Indonesia, Akhirnya hari yang bersejarah datang lagi, seluruh orang beramai-ramai untuk pawai mengperingati Hut RI Ke-72.



Oke Kali ini admin ingin menerangkan sebuah sejarah Proklamator Indonesia yaitu Ir. Soekarno atau disebut Bung Karno dan Bung Hatta, Sejarah menulis perlawanan mereka melawan penjajah belanda dan jepang, Tapi mereka melawan bukan menggunakan senjata melainkan menggunakan otak mereka.


Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa penculikan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda antara lain Soekarni, Wikana, Aidit dan Chaerul Saleh dari perkumpulan "Menteng 31" terhadap Soekarno dan Hatta. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 03.00. WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia,sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dan Hatta serta Mr. Achmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan terutama setelah Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Pasifik.

Menghadapi desakan tersebut, Soekarno dan Hatta tetap tidak berubah pendirian. Sementara itu di Jakarta, Chairul dan kawan-kawan telah menyusun rencana untuk merebut kekuasaan. Tetapi apa yang telah direncanakan tidak berhasil dijalankan karena tidak semua anggota PETA mendukung rencana tersebut.

Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia rencananya akan dibacakan Bung Karno dan Bung Hatta pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 di lapangan IKADA(yang sekarang telah menjadi lapangan Monas) atau di rumah Bung Karno di Jl.Pegangsaan Timur 56. Dipilih rumah Bung Karno karena di lapangan IKADA sudah tersebar bahwa ada sebuah acara yang akan diselenggarakan, sehingga tentara-tentara jepang sudah berjaga-jaga, untuk menghindari kericuhan, antara penonton-penonton saat terjadi pembacaan teks proklamasi, dipilihlah rumah Soekarno di jalan Pegangsaan Timur No.56.


Teks Proklamasi disusun di Rengasdengklok, di rumah seorang Tionghoa, Djiaw Kie Siong. Bendera Merah Putih sudah dikibarkan para pejuang di Rengasdengklok pada Kamis tanggal 16 Agustus, sebagai persiapan untuk proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Karena tidak mendapat berita dari Jakarta, maka Jusuf Kunto dikirim untuk berunding dengan pemuda-pemuda yang ada di Jakarta. Namun sesampainya di Jakarta, Kunto hanya menemui Wikana dan Mr. Achmad Soebardjo, kemudian Kunto dan Achmad Soebardjo ke Rangasdengklok untuk menjemput Soekarno, Hatta, Fatmawati dan Guntur. Achmad Soebardjo mengundang Bung Karno dan Hatta berangkat ke Jakarta untuk membacakan proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur 56. Pada tanggal 16 tengah malam rombongan tersebut sampai di Jakarta.

Keesokan harinya, tepatnya tanggal 17 Agustus 1945 pernyataan proklamasi dikumandangkan dengan teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang diketik oleh Sayuti Melikmenggunakan mesin ketik yang "dipinjam" (tepatnya sebetulnya diambil) dari kantor Kepala Perwakilan Angkatan Laut Jerman, Mayor (Laut) Dr. Hermann Kandeler.