Gemsoftial: Indonesia
Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Sunday, 17 March 2019

0

Agama adalah Pengubah Hati

Kita baru saja dikagetkan dengan Aksi Terror di 2 Masjid di Selandia Baru yang menyebabkan banyak Saudara Muslin meninggal Dunia. Jujur saya sangat mengutuk keras perbuatan tersebut karena jauh dari yang namanya Kemanusiaan.

Pelaku mengaku sebagai Ektrimis Kanan anti-Islam. Dan dari beberapa Portal berita menyatakan bahwa agamanya (Kepercayaan) itu Nasrani. Karena itu, banyak saudara saya yang langsung memboikot akses bahkan memboikot keluarga termasuk saya untuk bergaul dengan Umat Nasrani dan Khatolik. Namun, untungnya saya bisa menetralkan situasi salah paham tersebut dengan sebuah kata bijak yang tiba-tiba terlontar dari mulutk, "Agama diciptakan untuk membut seseorang jauh dari Keburukan, dengan itu kesimpulan saya. Orang tersebut tidak memiliki Kepercayaan kuat akan Agama, karena perbuatannya sudah melenceng dari penciptaan awal Agama".

Bahkan perbuatannya sudah mencerminkan bahwa dirinya itu Manusia tapi tidak punya rasa Kemanusiaan. "Religion make to be good person not bad person". Bila misalnya dia mengatasnamakan Agama dan Juga kepercayaannya, itu sudah melenceng Jauh karena yang saya tahu dari agama Nasrani itu "Menyebarkan kebaikan dan perdamaian" dan semua agama sama tujuannya seperti agama Nasrani. Menyebarkan Kebaikan dan Kedamaian kepada semua pemeluknya bahkan yang bukan pemeluknya.

Dikeadaan saat ini seharusnya kita bisa berfikir secara lebih dewasa dan berfikir dengan logika yang sudah tuhan berikan. Gunakan Akal Sehat untuk menanggapi semua ini bukan menggunakan Nafsu yang selalu berujung Petaka dan juga Musibah. Kejadian ini juga seharusnya bisa membuat kita semua bergandengan tangan antar umat beragama untuk melawan Aksi Terrorisme diseluruh dunia. Kita harus bersatu melawan paham "Rasis" dan juga paham "Radikalisme"

Terakhir dari saya "Stay Positife thinking and stay pray to good to be good person" Byee

Friday, 8 September 2017

0

Bahaya Gesek Kartu Kredit di Mesin Kasir

Bank Indonesia (BI) melarang penggesekan kartu kredit maupun kartu debit di mesin kasir. Itu dilakukan untuk mengantisipasi pencurian data nasabah, serta potensi penduplikasian kartu.

Untuk itu, penggesekan kartu dalam transaksi nontunai hanya diperbolehkan di mesin Electronic Data Capture (EDC). Ketentuan ini pun telah diatur dalam Peraturan BI Nomor 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran.

Maka dari itu, jika masyarakat mengetahui atau mengalami praktik penggesekan ganda, diharapkan segera melapor ke BI. Caranya, dengan menghubungi BI Contact Center (Bicara) di nomor 131.

Selengkapnya dapat dilihat dalam Infografis di bawah ini:


Tuesday, 29 August 2017

0

Upaya Pulihkan Satelit Telkom

Gemsoftial-Proses pemulihan (recovery) satelit Telkom 1 yang mengalami anomali sejak Jumat (25/8/2017) lalu masih terus berlangsung. Telkom memigrasi layanan satelit Telkom 1 ke satelit miliknya dan satelit asing sebagai tindakan percepatan pemulihan.

Ditemui saat konferensi pers, Senin (28/8/2017) kemarin, Direktur Utama Telkom, Alex J Sinaga mengaku bahwa pihaknya berupaya sekeras mungkin demi mempercepat pemulihan.

Pasalnya, sebagian besar pelanggan Very Small Aperture Terminal (VSAT) Telkom berasal dari kalangan perbankan, penyiaran (broadcasting), dan lembaga pemerintahan. Diketahui, ada ribuan ATM offline dan siaran terganggu akibat gangguan ini.

"Kami habis-habisan dalam melakukan pemulihan ini. Kami tak bisa sebut berapa biaya keluar dari recovery ini. Tetapi, at any cost, kami akan siapkan untuk recovery. Lagipula, tindakan pemulihan ini ada di dalam kontrak (Service Level Agreement/SLA) pelanggan Telkom 1," papar Alex.

Dalam melakukan migrasi ini, ungkap Alex, Telkom mengerahkan seluruh sumber daya operasional Telkom Group di seluruh Indonesia, mulai dari divisi internal, anak usaha hingga mitra terkait.

Adapun sebanyak 77 persen transponder Telkom 1 dipindahkan ke Telkom 2 dan Telkom 3S. Sementara sisanya 23 persen terpenuhi oleh kapasitas satelit asing yang disewa Telkom, yakni satelit Hong Kong dan Tiongkok.

Selain itu, pihaknya juga mengirimkan tim teknis ke berbagai pulau untuk melakukan re-pointing antena di sejumlah ATM yang terdampak gangguan satelit. Bahkan, Telkom meminta bantuan tenaga lokal dengan melakukan pelatihan kilat pada VSAT.

Sebagaimana diketahui, satelit Telkom 1 mengalami anomali yang memicu pergeseran arah antena (pointing). Akibatnya, layanan yang mengandalkan satelit Telkom 1 menjadi terganggu. 

"Pekerjaan re-pointing tidaklah mudah. Ada rangkaian tes dan update database yang harus dilakukan. Proses ini juga memakan waktu," tambahnya.

Lebih lanjut, pria yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama Telkomsel ini juga memastikan proses pemulihan akan diprioritaskan pada layanan perbankan, penyiaran, dan lembaga pemerintahan.

"Hingga kini, proses recovery baru 17 persen dan akan tuntas pada 10 September," tegasnya.


Semoga Pemulih Bisa Secepatnya Selesai Karena Kita Sangat Butuh ATM "-"

Thursday, 17 August 2017

0

Sejarah Mencatat Sang Proklamator - Hut RI Ke-72

Selamat Untuk Rakyat Indonesia, Akhirnya hari yang bersejarah datang lagi, seluruh orang beramai-ramai untuk pawai mengperingati Hut RI Ke-72.



Oke Kali ini admin ingin menerangkan sebuah sejarah Proklamator Indonesia yaitu Ir. Soekarno atau disebut Bung Karno dan Bung Hatta, Sejarah menulis perlawanan mereka melawan penjajah belanda dan jepang, Tapi mereka melawan bukan menggunakan senjata melainkan menggunakan otak mereka.


Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa penculikan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda antara lain Soekarni, Wikana, Aidit dan Chaerul Saleh dari perkumpulan "Menteng 31" terhadap Soekarno dan Hatta. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 03.00. WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia,sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dan Hatta serta Mr. Achmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan terutama setelah Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Pasifik.

Menghadapi desakan tersebut, Soekarno dan Hatta tetap tidak berubah pendirian. Sementara itu di Jakarta, Chairul dan kawan-kawan telah menyusun rencana untuk merebut kekuasaan. Tetapi apa yang telah direncanakan tidak berhasil dijalankan karena tidak semua anggota PETA mendukung rencana tersebut.

Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia rencananya akan dibacakan Bung Karno dan Bung Hatta pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 di lapangan IKADA(yang sekarang telah menjadi lapangan Monas) atau di rumah Bung Karno di Jl.Pegangsaan Timur 56. Dipilih rumah Bung Karno karena di lapangan IKADA sudah tersebar bahwa ada sebuah acara yang akan diselenggarakan, sehingga tentara-tentara jepang sudah berjaga-jaga, untuk menghindari kericuhan, antara penonton-penonton saat terjadi pembacaan teks proklamasi, dipilihlah rumah Soekarno di jalan Pegangsaan Timur No.56.


Teks Proklamasi disusun di Rengasdengklok, di rumah seorang Tionghoa, Djiaw Kie Siong. Bendera Merah Putih sudah dikibarkan para pejuang di Rengasdengklok pada Kamis tanggal 16 Agustus, sebagai persiapan untuk proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Karena tidak mendapat berita dari Jakarta, maka Jusuf Kunto dikirim untuk berunding dengan pemuda-pemuda yang ada di Jakarta. Namun sesampainya di Jakarta, Kunto hanya menemui Wikana dan Mr. Achmad Soebardjo, kemudian Kunto dan Achmad Soebardjo ke Rangasdengklok untuk menjemput Soekarno, Hatta, Fatmawati dan Guntur. Achmad Soebardjo mengundang Bung Karno dan Hatta berangkat ke Jakarta untuk membacakan proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur 56. Pada tanggal 16 tengah malam rombongan tersebut sampai di Jakarta.

Keesokan harinya, tepatnya tanggal 17 Agustus 1945 pernyataan proklamasi dikumandangkan dengan teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang diketik oleh Sayuti Melikmenggunakan mesin ketik yang "dipinjam" (tepatnya sebetulnya diambil) dari kantor Kepala Perwakilan Angkatan Laut Jerman, Mayor (Laut) Dr. Hermann Kandeler.

Friday, 21 July 2017

Kongres Teknologi Nasional Bahas Antibiotik Baru
0

Kongres Teknologi Nasional Bahas Antibiotik Baru

Kongres Teknologi Nasional Bahas Antibiotik Baru

Konferensi Pers Kongres Teknologi Nasional 2017 (BPPT)
JPP JAKARTA - Kongres Teknologi Nasional (KTN) yang digelar Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada 17-19 Juli 2017 membahas pengganti Amoxicillin sebagai antisipasi resistensi antibiotik di masa depan.
"Isu kesehatan dalam KTN yang dibahas ada empat topik yang kurang lebih berkaitan dengan bahan baku obat kimia dan herbal, alat-alat kesehatan hingga fitofarmaka," kata Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Argoindustri dan Bioteknologi Eniya Listiani Dewi di Jakarta, Senin (17/07/2017).

"Kementerian Kesehatan memang menargetkan pengembangan antibiotik baru ini di tahun 2020 sampai dengan 2025. Tapi kita akan mulai dari sekarang."

Salah satu yang juga dibahas, menurut dia, adalah cephalosporins yang disiapkan untuk menggantikan amoxicillin, antibiotik yang selama ini banyak digunakan di Indonesia. "Cephalosporins akan gantikan amoxicillin karena khawatir kita semakin kebal di masa depan".
"Kementerian Kesehatan memang menargetkan pengembangan antibiotik baru ini di tahun 2020 sampai dengan 2025. Tapi kita akan mulai dari sekarang," ujar Eniya.
Selain antibiotik, ia mengatakan KTN 2017 juga membahas regulasi pengembangan herbal menjadi fitofarmaka yang kini semakin menjadi tren di dunia, pengembangan bahan baku obat dari keanekaragaman hayati.
Selain membahas regulasi pengembangan teknologi farmasi, kongres juga akan membahas tentang alat kesehatan yang selama ini juga masih banyak mengimpor dari luar negeri.
"Untuk alat kesehatan kita fokus pengembangan diagnostic kit. Kerja sama dengan Tanaka Kikinzoku Kogyo dari Jepang untuk pengembangan elektroda diagnostic kit dengue, sedangkan BPPT sudah menghasilkan antibodi dengue-nya," lanjutnya.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dalam ceramah utama pada pembukaan KTN 2017 mengatakan produk kesehatan selama ini masih banyak mengimpor dari luar negeri. Karenanya, dirinya menantang BPPT untuk mampu mengurangi impor produk farmasi dan alat kesehatan dengan memproduksi sendiri.
Pada KTN 2017, BPPT juga meluncurkan Outlook Kesehatan yang berisi prediksi teknologi farmasi dan alat kesehatan yang akan dibutuhkan hingga 2035. Termasuk di dalamnya memberikan rekomendasi kebijakan di bidang kesehatan.
Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Maura Linda Sitanggang mengatakan teknologi sangat bermanfaat bagi pengembangan industri farmasi. Sebab, obat dan alat kesehatan terkait dengan kebutuhan hajat hidup orang banyak.
Ia berharap BPPT bisa mengambil peran dalam pengembangan teknologi kesehatan dan farmasi di Indonesia. Industri farmasi harus bertransformasi ke arah berbasis riset. (ant)
Sumber
https://jpp.go.id/teknologi/iptek/308286-kongres-teknologi-nasional-bahas-antibiotik-baru
Wapres Dukung Menkominfo Tangkal Penyebaran Radikalisme di Internet
0

Wapres Dukung Menkominfo Tangkal Penyebaran Radikalisme di Internet

Wapres Dukung Menkominfo Tangkal Penyebaran Radikalisme di Internet

Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menpan RB Asman Abnur (kiri), Menteri Agraria Sofyan Djalil (kedua kiri), Menkominfo Rudiantara (kanan), Wagub Sumbar Nasrul Abit (kedua kanan) dan Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Ganefri. - (antarafoto)

Padang, Kominfo - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menyatakan dukungannya sekaligus meminta Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara untuk menangkal penyebaran radikalisme di Internet.
"Dewasa ini paling ekstrem penyebarannya adalah dengan teknologi, karena itu Pak Menkominfo harus mengejar radikalisme di Internet, bagaimana kita mengejar bersama-sama ke situ," katanya di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, Sabtu (15/7/2017).
Sebelumnya, Kementerian Kominfo pada Jumat (14/7/2017) lalu telah meminta Internet Service Provider (ISP) untuk melakukan pemutusan akses (pemblokiran) terhadap 11 Domain Name System (DNS) milik Telegram yang semula dapat diakses melalui PC, karena mengandung konten radikalisme, ekstremisme, hingga yang mengarah pada terorisme.
Menurut Wapres, radikalisme sengaja disebarkan kepada anak-anak muda dengan mencuci otak mereka bahwa ada jalan pintas mencapai surge, yakni dengan "jihad", dan paham seperti itu tidak bisa diperangi dengan kekerasan, namun dengan memberikan pencerahan melalui pendidikan yang baik.
"Radikalisme tidak akan selesai dengan membaca deklarasi bersama, radikalisme baru selesai dengan memberikan pendidikan yang baik, memberikan contoh yang baik, memberikan ajaran agama yang benar, karena itulah universitas itu penting untuk menetralkan dan meredamkan cara berpikir generasi muda kita," tuturnya.
Selain itu, Wapres juga mengimbau kepada generasi muda Indonesia untuk berjihad memajukan pendidikan dengan giat belajar menuntut ilmu.
"Kalau orang semangat tanpa ilmu, dia meledak-ledak, berilmu tanpa semangat dia bergerak tanpa dinamika, oleh karena itu tetaplah memajukan pendidikan karena itu juga bagian dari jihad," pesannya.
Kunjungan Wapres ke Padang, Sumatera Barat untuk meresmikan sebelas gedung baru UNP dan Masjid Baiturrahmah Yayasan Universitas Baiturrahmah.
Turut mendampingi Wapres antara lain Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur. *

Sumber